Binary Search Tree
Binary Tree
Binary Tree adalah struktur data yang mirip dengan Linked List. Bila
Linked List dianalogikan sebagai rantai yang linier maka Binary Tree
dianalogikan sebagai pohon. Binary Tree dikelompokkan menjadi tree
yang tidak berurut (unordered Binary Tree) dan tree yang terurut
(ordered Binary Tree).
Binary Tree dapat digambarkan berdasarkan kondisinya, yaitu:
Binary Search Tree (BST) merupakan tree yang terurut (ordered Binary
Tree) yang memiliki kelebihan bila dibanding dengan struktur data lain.
Diantaranya adalah proses pengurutan (sorting) dan pencarian
(searching) dapat dilakukan bila data sudah tersusun dalam struktur data
BST. Pengurutan dapat dilakukan bila BST ditelusuri (traversed)
menggunakan metode in-order. Detail dari proses penelusuran ini akan
dibahas pada pertemuan selanjutnya. Data yang telah tersusun dalam struktur data BST juga dapat dicari dengan mudah dan memiliki rata-rata
kompleksitas sebesar O(log n), namun membutuhkan waktu sebesar O(n)
pada kondisi terjelek dimana BST tidak berimbang dan membentuk
seperti linked list seperti contoh berikut:
Agar data benar-benar tersusun dalam struktur data BST, dua aturan yang
harus dipenuhi pada saat data diatur dalam BST adalah sebagai berikut:
1. Semua data dibagian kiri sub-tree dari node t selalu lebih kecil dari
data dalam node t itu sendiri.
2. Semua data dibagian kanan sub-tree dari node t selalu lebih besar atau
sama dengan data dalam node t.
BST berikut adalah sebuah BST berukuran 9 dengan kedalaman 3 dengan
node daun (leaf) adalah 1, 4, 7 dan 13.
Contoh Aplikasi BST
1. Membangun daftar vocabulary yang merupakan bagian dari inverted
index (sebuah struktur data yang digunakan oleh banyak mesin
pencari seperti Google.com, Yahoo.com dan Ask.com)
2. Banyak digunakan dalam bahasa pemrograman untuk mengelola dan
membangun dynamic sets.
Pembentukan BST
Bila diketahui sederetan data 5, 3, 7, 1, 4, 6, 8, 9 maka pemasukan data
tersebut dalam struktur data BST, langkah per langkah, adalah sebagai
berikut:
Langkah 1: Pemasukan data 5 sebagai root
Langkah 2: Pemasukan data 3 disebelah kiri simpul 5 karena 3 < 5.
Langkah 3: Pemasukan data 7 disebelah kanan simpul 5 karena 7 > 5.
Langkah 4: Pemasukan data 1. Karena data 1 lebih kecil dari data di root
yaitu 5 maka penelusuran dilanjutkan kesebelah kiri root.
Kemudian karena disebelah kiri sudah ada daun dengan nilai
3 dan data 1 lebih kecil dari data 3 maka data 1 disisipkan
disebelah kiri simpul 3.
Langkah 5: Pemasukan data 4.
Langkah 6: Pemasukan data 6. Karena data 6 lebih besar dari data di root
yaitu 5 maka penelusuran dilanjutkan kesebelah kanan root.
Kemudian karena disebelah kanan sudah ada simpul dengan
nilai 7 dan data 6 lebih kecil dari data 7 maka data 6
disisipkan disebelah kiri simpul 7.
Langkah 7: Pemasukan data 8. Karena data 8 lebih besar dari data di root
yaitu 5 maka penelusuran dilanjutkan kesebelah kanan root.
Kemudian karena disebelah kanan sudah ada simpul dengan
nilai 7 dan karena data 8 lebih besar dari data 7 maka data 8
disisipkan disebelah kanan simpul 7.
Langkah 8: Pemasukan data 9. Karena data 9 lebih besar dari data di root
yaitu 5 maka penelusuran dilanjutkan kesebelah kanan root.
Kemudian karena disebelah kanan bukan merupakan daun
yaitu simpul dengan nilai 7 dan karena data 9 lebih besar dari
data 7 penelusuran terus dilanjutkan kesebelah kanan.
Selanjutnya ditemukan daun dengan nilai 8, karena data 9
lebih besar dari 8 maka data 9 disisipkan disebelah kanan
simpul 8.
Berikut adalah contoh implementasi Binary Search Tree pada C beserta searching datanya :
#include <stdio.h>
#include <stdlib.h>
//inisialisasi struct
struct data{
int number;
//pointer untuk menampung percabangan kiri dan kanan
data *left, *right;
}*root;
//fungsi push untuk menambah data
void push(data **current, int number){
//jika pointer current kosong maka akan membuat blok data baru
if((*current)==NULL){
(*current) = (struct data *)malloc(sizeof data);
//mengisi data
(*current)->number=number;
(*current)->left = (*current)->right = NULL;
//jika tidak kosong, maka akan dibandingkan apakah angka yang
//ingin dimasukkan lebih kecil dari pada root
//kalau iya, maka belok ke kiri dan lakukan rekursif
//terus menerus hingga kosong
}else if(number < (*current)->number){
push(&(*current)->left, number);
//jika lebih besar, belok ke kanan
}else if(number >= (*current)->number){
push(&(*current)->right, number);
}
}
//preOrder : cetak, kiri, kanan
void preOrder(data **current){
if((*current)!=NULL){
printf("%d -> ", (*current)->number);
preOrder(&(*current)->left);
preOrder(&(*current)->right);
}
}
//inOrder : kiri, cetak, kanan
void inOrder(data **current){
if((*current)!=NULL){
inOrder(&(*current)->left);
printf("%d -> ", (*current)->number);
inOrder(&(*current)->right);
}
}
//postOrder : kiri, kanan, cetak
void postOrder(data **current){
if((*current)!=NULL){
postOrder(&(*current)->left);
postOrder(&(*current)->right);
printf("%d -> ", (*current)->number);
}
}
//searching data
void search(data **current, int number){
//jika pointer current memiliki data
if((*current)!=NULL){
//cek, apakah datanya lebih kecil. Jika iya, belok ke kiri
if(number<(*current)->number){
search(&(*current)->left,number);
//jika lebih besar, maka belok ke kanan
}else if(number>(*current)->number){
search(&(*current)->right,number);
//jika sama dengan, maka angka ketemu
}else{
printf("Found : %d", (*current)->number);
}
//jika tidak ada data lagi (not found)
}else{
printf("Not Found.");
}
}
void main(){
push(&root, 11);
push(&root, 22);
push(&root, 13);
push(&root, 15);
push(&root, 9);
inOrder(&root);
printf("\n");
preOrder(&root);
printf("\n");
postOrder(&root);
printf("\n");
search(&root,91);
getchar();
}
Sumber referensi :



Komentar
Posting Komentar